Atap bocor memang terdengar mudah diperbaiki. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi langkah terbaik sebelum masalah terjadi.
Jika dibiarkan, kebocoran akan membuat atap terus tergerus air. Lama-kelamaan atap menjadi keropos dan berisiko rubuh.
Penyebab Atap Bocor dan Penanganannya
Beberapa faktor yang menyebabkan atap bocor antara lain:
- Atap jarang diperiksa: Pemeriksaan rutin penting agar penyebab kebocoran dapat diketahui lebih cepat.
- Saluran air tidak lancar: Saluran tersumbat memicu genangan air, membuat rangka kayu atap lembap, dan berujung pada kebocoran.
- Lapisan genting rusak: Flashing atau lapisan pelindung genteng mudah terkikis cuaca ekstrem.
- Membran rusak: Membran melindungi atap dari angin, hujan, dan panas. Jika rusak, air mudah masuk.
- Pipa bocor: Pelindung pipa yang tipis dapat ditembus air.
- Genteng rusak atau bergeser: Cuaca ekstrem dapat menggeser susunan genteng sehingga air hujan mudah merembes.
Cara Mengatasi Atap Bocor
1. Lakukan pengecekan rutin
Titik rawan bocor umumnya berada di saluran air dan pipa yang rusak. Saat musim hujan, genangan air sering menutupi titik kebocoran sehingga masalah sulit terdeteksi.
Periksa area tersebut secara detail. Jika terlihat terkikis atau rusak, sekecil apa pun, segera lakukan perbaikan. Perlu diingat, kebocoran langit-langit tidak selalu berasal dari titik tepat di atasnya. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan, terutama saat musim hujan.
2. Periksa perimeter atap
Setelah saluran dan talang air, periksa kelengkapan atap dan seluruh sisinya. Cek lapisan anti bocor pada genteng serta pastikan membran atap masih tertutup rapat.
Cari area yang sobek atau berlubang karena air hujan mudah masuk melalui celah tersebut. Perhatikan juga jamur yang tumbuh di sekitar atap. Jamur hanya tumbuh di area lembap, sehingga titik kebocoran biasanya tidak jauh dari sana.
3. Jaga atap tetap bersih dan bebas genangan
Genangan air menjadi salah satu penyebab utama atap bocor. Bersihkan saluran air dan talang secara rutin agar tidak tersumbat.
Jadikan pembersihan sebagai kebiasaan merawat rumah. Apalagi jika ada pohon rindang yang lebih tinggi dari atap, daun yang berguguran bisa cepat menyumbat saluran saat musim hujan. Waktu ideal untuk membersihkan saluran dan talang adalah setiap dua bulan sekali.
4. Perhatikan ventilasi udara
Atap yang terlalu lembap menjadi penyebab kebocoran saat musim hujan. Untuk mencegah atap keropos, pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik.
Buat jendela atau lubang pada sisi atap atau bawah genteng agar ruang dalam rangka atap tetap kering. Ukuran sedang sudah cukup, asalkan sirkulasi lancar dan air hujan tidak masuk.
5. Periksa dan perbaiki area berdempul
Atap yang sering direparasi biasanya memiliki banyak area berdempul yang ditutup lapisan anti bocor. Dempulan ini tahan air dan cuaca buruk, tetapi seiring waktu bisa terkikis hingga membentuk pori-pori kecil yang memudahkan air merembes.
Beri perhatian khusus pada sealant atau area dempul di sepanjang flashing atap. Mengganti dan mendempul ulang area bermasalah menjadi solusi tepat dan murah. Lakukan segera, jangan menunggu sampai bocor.
Aksesori Atap Anti Bocor
Selain cara di atas, lengkapi atap dengan aksesori anti bocor berikut:
- Genteng double: Menghalau air agar tidak meresap ke plafon. Dengan dua genteng, air mengalir ke palang sehingga rembesan tidak langsung mengenai atap dalam rumah.
- Talang air: Mengalirkan air jatuh ke tanah agar tidak mengendap di atap.
- Penutup sisi nok: Menahan air agar tidak meresap ke dalam genteng. Setiap sisinya ditutup lapisan cat anti bocor.
